Jakarta, 28 Mei 2017 -Sikap tegas warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak kehadiranJonru Ginting di tanah Sikka patut diacungi jempol. Masyarakat Kabupaten Sikka adalah masyarakat yang toleran terhadap kemajemukan, terhadap kebinekaan.
Seperti disampaikan Anggota DPR, Andreas Hugo Pareira, sejak jaman dahulu, orang Maumere Sikka yang beragama Katolik sudah biasa hidup berdampingan dengan para pendatang. Yakni dari Sulawesi dan Jawa yang kebanyakan beragama Muslim, pendatang dari Timor yang beragama Kristen Protestan atau pendatang dari Bali yang beragana Hindu.
Dalam adat budaya masyarakat Sikka, kerukunan antar warga, saling tolong menolong dalam suka dan duka tidak mengenal batas suku dan agama.
"Kehadiran Jonru yang dikenal sebagai provokator medsos, anti toleransi, berkedok kegiatan sosial di tengah masyarakat kota Maumere, Kabupaten Sikka, menimbulkan kemarahan warga," kata Andreas Pareira, Minggu (28/5).
Pengusiran Jonru, menurut dia, karena warga tidak ingin kerukunan, kenyamanan hidupnya yang toleran terganggu oleh seorang yang mempunyai track record provokator.

Komentar
Posting Komentar