Jokowi: Negara Pancasila Sudah Final, Jangan Cari Alternatifnya

Jakarta, 23 Mei 20117 -Situasi nasional memanas sejak beberapa waktu belakangan. Sejumlah polemik mencuat ke permukaan. Terutama dipicu Pilkada DKI dan kasus dugaan penodaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Presiden Joko Widodo juga memantau. Jokowi beranggapan, ada pihak yang mencoba merongrong dan menunggangi di tengah naiknya suhu politik. Pihak-pihak itu diyakini mencoba mengganti haluan dan fondasi bangsa.




Bagi Jokowi, ini bukan perkara sepele. Sebab, Pancasila yang sudah menjadi ideologi dasar NKRI adalah harga mati. “Lebih dari 70 tahun membuktikan bahwa memang kita bersatu karena kita memiliki dasar Pancasila,” ucap Jokowi.
Berpolitik merupakan hak warga negara. Tapi, mengubah haluan negara merupakan tindakan keliru. Inilah yang membuat pemerintah bersikap tegas. Lewat Menko Polhukam, pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia, yang diduga berusaha mengampanyekan sistem khilafah untuk mengubah sistem Pancasila.
Di sisi ketegasannya sebagai pemimpin, Jokowi tetaplah manusia biasa. Ia pun senang bersenda gurau. Belakangan, kakek seorang cucu ini mulai senang mendongeng cerita rakyat. Hal yang jarang dilakukan beberapa presiden di era sebelumnya.
Pada Selasa 23 Mei 2017, Joko Widodo menerima tim Liputan 6 SCTV ke Kompleks Istana Kepresidenan, di Bogor, Jawa Barat. Berikut perbincangan dengan mantan Wali Kota Solo ini. 

Komentar